Attack Office (Eps 1: Prolog)
Mimpi buruk yang menjadi kenyataan...
Apa arti dari semua ini...
Apa mungkin hanya imajinasi atau...
kesengsaraan dan pengenapan dari berakhirnya salah satu umat yang disebut manusia!
Perkenalankan, namaku Proton, nama yang cukup aneh karena diambil dari pengetahuan dangkal orangtuaku tentang atom.
"mungkin Proton cocok untuk lelaki yang akan memberi dampak positif", Ujar Ayahku saat melihatku untuk pertama kalinya.
"mungkin Proton cocok untuk lelaki yang akan memberi dampak positif", Ujar Ayahku saat melihatku untuk pertama kalinya.
Kini "Proton" menjadi kata yang cukup membebani pikiran ku, di tengah keluarga yang kurang harmonis. Ayahku adalah seorang enginer di salah satu stasiun kereta Api jakarta dan ibu ku adalah seorang ibu rumah tangga yang setiap harinya dijadikan pelampiasan oleh Ayahku yang senang berjudi dan mabuk. Tidak seperti yang kalian bayangkan, memberi nama "kutub atom positif" tidak membuat Ayahku menjadi pria positif juga. Judi dan minuman keras menjadi anak dan istri kandung sesungguhnya. Hampir setiap hari Ibu dimarahi dan dipukuli didepan mataku, begitu juga dengan aku, kami mencoba melawan tetapi cukup sulit mengalahkan pria besar itu.
Ibu adalah seorang yang sangat penyayang dan sabar, ibu selalu memiliki harapan besar untuk aku maupun untuk Ayah, Tetapi aku hanya melihat diri ku sebagai orang yang tidak bisa berkembang dan menjalani sisa hidup sebagai pegawai kantor biasa.
Benar, aku, Proton atau yang biasa disebut "prot prot" adalah seorang pegawai di bidang administrasi pembukuan keuangan kantor yang bergerak di bidang produksi makanan ringan seperti Cihtahto yang biasa kalian makan. Kantor ku cukup unik karena juga berlokasi di tempat produksi pembuatan makanan tersebut.
Benar, aku, Proton atau yang biasa disebut "prot prot" adalah seorang pegawai di bidang administrasi pembukuan keuangan kantor yang bergerak di bidang produksi makanan ringan seperti Cihtahto yang biasa kalian makan. Kantor ku cukup unik karena juga berlokasi di tempat produksi pembuatan makanan tersebut.
Aku senang bekerja di sini, karena hanya dengan menginput data tak berguna itu, aku bisa menyicil playstation 6 yang sebentar lagi akan rilis di jakarta. Sudah tidak sabar untuk bermain GTA 8 yang akan di rilis bersamaan dengan console nya.
Hari-hari terlihat sama saja di kantor, kecuali seorang wanita yang selalu memberi ku semangat bernama Felicia, yang bisa juga disebut Cia, Wanita terbaik, termanis, tercantik sekaligus terseram di kantor kami. Dia adalah Co-Founder dari perusahaan kami, dia dengan pak boss mesum menjadi pemilik dengan pemegang saham terbesar di perusahaan itu. Aku tidak tau ini sehat atau tidak, tetapi salah satu alasan ku tetap ingin bekerja di sini juga karena Felicia selalu ada untuk menyemangatiku, atau mungkin dia hanya takut kehilangan tenaga kerja murah seperti ku.
"Prot hari ini gimana kerjaan untuk pembukuan bulan April dan Mei?" ucap Felicia dengan sedikit tersenyum ke arahku.
"Sebentar Bu, segara saya selesaikan secepat jaguar yang sedang mengincar mangsa" ucapku dengan sedikit gagap.
"Semangat prot prot, jangan lupa minum, biar gak gagal fokus data keungan kita ada di tanganmu" ucapnya seperti memberikan tanggung jawab yang sangat besar kepadaku.
Ucapan semangat seolah-olah obat yang selalu membuatku semangat dan tidak memikirkan masalah kantor ataupun masalah keluargaku.
Hal yang membuatku jengkel adalah isu-isu jelek yang menyayat hatiku, bahwa Felicia dengan boss mesum yaitu Founder perusahaanku atau biasa disebut Adi selalu memperlakukan Felicia seperti wanita penghiburnya dan melecehkan nya sesekali di depan mataku, aku tau Felicia terlihat sangat tidak nyaman tetapi dia seperti membiarkan nya atau seperti mereka memiliki "kontrak" satu sama lain yang tidak bisa dipahami oleh pegawai rendahan sepertiku. Aku juga merasa tidak berhak untuk tau lebih jauh karena bukan lagi urusanku, tetapi kadang pemandangan itu membuatku ingin memuntahkan sarapan pagiku.
Hidup terus berjalan, sesekali aku juga pergi bermian dengan teman teman kantor, aku sering pergi bermain bersama sesama teman kantorku, Kiana dan Bale. Mereka juga adalah pegawai rendahan yang memiliki masalah keluarga yang rumit. Kiana adalah seoarang perokok berat, hal ini terjadi karena keluarga nya yang selalu menyalahkan karir yang jelek dan tidak mencontoh kakaknya yang seorang pebisnis properti di kota Surabaya. Ini memberi tekanan besar kepadanya, ia juga sekarang terkena penyakit mental yang biasanya dijadikan candaan oleh anak-anak kantor, penyakit itu disebut "bipolar". Berbeda lagi dengan Bale, dia adalah anak yang terlahir dari Ibu yang tidak jelas statusnya, begitu juga dengan Ayah nya yang pergi entah ke mana, kini ia tinggal dengan nenek nya yang selalu menyalahkan dia akan kepergian anak lelakinya.
"Bale kurang ajar, anak setan. Kau rebut kebahagian ku, kau rebut anakku, mati saja kau, mati lah bersama ibumu" dengan nada yang sangat tinggi dan kasar ke arah Bale yang baru pulang kerja.
"Bale kurang ajar, anak setan. Kau rebut kebahagian ku, kau rebut anakku, mati saja kau, mati lah bersama ibumu" dengan nada yang sangat tinggi dan kasar ke arah Bale yang baru pulang kerja.
Kami bisa dikatakan memiliki ikatan yang terlahir dari kesengsaran yang kami rasaakan tentang keluarga, tetapi kami sadar satu hal, kami butuh uang dan pekerjaan, oleh karena itu tidak ada kata berhenti untuk bekerja, karena itulah hidup yang dapat kami jalankan.
-
-
Suatu hari, tepatnya hari rapat bulanan yang dilakukan oleh setiap pegawai, terjadi hal yang tidak mengenakan seisi kantor. Banyak perdebatan dan saling menyalahkan baik dari bidang produksi hingga ke bidang quality control. Hal yang membuat mereka gusar adalah berita pagi itu tentang terjadi satu kasus keracunan keripik kentang yang diindikasikan produknya berasal dari perusahaan kami. Kini polisi sedang menyelidiki apa yang terjadi, apakah mungkin produk kami atau itu hanya tipuan pesaing sampah yang ingin perusahaan kami jatuh, memang pada saat itu perusahaan keripik kentang yang sangat viral dan hampir mendunia pada saat itu adalah perusahaan kami.
Rapat yang begitu alot, menjadi obat tidur yang paling mujarab untukku, aku rapat dengan posisi setengah tidur disebalah Kiana dan Bale. Walaupun begitu aku masih bisa mendengar apa yang menjadi inti rapat itu. Dari kesimpulan yang bisa aku cerna, mungkin akan terjadi penarikan produk batch yang terjadi sebelum keracunan itu. Di sisi lain, dari bagian lainnya tidak ingin menarik produk tersebut karena sedang ramai di pasaran dan menjadi salah satu pendapatan terbesar perusahaan kami pada saat itu. Felicia yang terlihat sangat panik dan pak Adi si boss mesum yang terlihat sangat mendukung bagian yang tidak ingin menarik batch produk itu membuatku muak dan mual mendengarkan rapat tersebut.
Setelah hampir tiga jam, akhirnya rapat diselesaikan dengan keputusan yang pasti dimenangkan oleh para pegawai dan boss yang gila akan uang dan pendapatan yang besar, tetapi tidak semudah itu juga, para pegawai di bagian quality control dan produksi memberikan satu syarat sebelum batch produk keripik kentang itu tetap berada di pasaran. Mereka menunjuk salah satu pegawai untuk mencoba keripik kentang tersebut dan melihat apakah kentang tersebut benar-benar beracun atau tidak. Pada saat itu, Pak Wawan siap menjadi relawan, Pak Wawan adalah orang dibagian quality control yang juga telah memeriksa bahwa bahan baku kentang yang diambil dari petani Kota Batu, Malang tersebut tidak memiliki kandungan racun sedikitpun.
"Semangat Fel Fel..." Ucap ku berpapasan dengan Felicia
"Makasih Prot Prot..." Balasnya dengan nada yang tampak khawatir.
Setelah sekitar dua sampai tiga jam menjalankan aktivitas seperti biasa di kantor, terjadi hal yang benar benar ditakuti seluruh pegawai kantor. Pak Wawan tiba tiba jatuh sakit dan dilarikan ke UKS kantor dan mulai ditangani oleh perawat kantor. Kala itu aku ditunjuk sebagai salah satu pegawai yang ditugaskan menjaga Pak Wawan.
Pukul 12:00 terlihat di jam berukuran cukup besar di atas kepala Pak Wawan, dengan suara hening letukan jam bersamaan dengan siualan kecil ku karena bosan. saat aku memperhatikan Pak Wawan ternyata terjadi banyak hal yang merusak tubuhnya dan membuatku mulai takut.
Tubuh Pak Wawan Terlihat memerah ditandai bolongan bolongan yang mengeluarkan darah di bagian dada, wajah, kaki dan tangan yang juga mengeluarkan seperti akar tumbuhan yang sangat menjijikan secara berlahan, bagian mata Pak Wawan juga berubah menjadi hitam secara keselurhan dan mengeluarkan air mata darah. Tidak mencapai semenit aku langsung berlari menemui perawat dan meminta bantuan kala itu.
"Bu sus..., Pak Wawan.. dia.. dia. tolong Bu" ucapku tersengal-sengal dan takut.
"Tenang Pak saya bakal tangani sebentar ya saya cek dulu ke ruangan Pak Wawan"
Kami berdua dengan Ibu perawat itu secara bergegas ke ruangan Pak Wawan yang ada di ruangan basement cukup jauh dari para pegawai lain.
Setelah sampai ruangan betapa terkejutnya kami melihat Pak Wawan yang berlumuran darah pekat dengan bau kentang busuk.
"kamu di sini saja Pak Proton, saya coba masuk, ini mungkin hanya pendarahan biasa" ucap Ibu perawat tersebut.
"Baik Bu..." dengan nada takut sekali.
Tidak berapa lama Ibu perawat itu masuk...
Dan...
Mimpi Buruk...
Dimulai...
Komentar
Posting Komentar