Hamster Kecilku
Sudah beberapa bulan kamu pergi, aku masih ingat jelas pembicaraan kita untuk terakhir kali. Saat itu kita sama sama sedih kan, kamu yang ingin pergi ke Berlin untuk mengikuti lomba paduan suaramu yang kamu bangga banggakan itu. Aku yang mencoba menahanmu untuk tidak pergi, tapi kamu bersikeras sambil tersenyum lucu.
"Jangan
gitu dong Sa, aku gak bakal lama kok jangan kangen kangen amat ya,"kamu
tersenyum lebar.
"Mana
bisa aku gak kangen, kita beda benua tau,"sambil memegang tanganmu erat di
bandara.
Sambil
mencubit pipi ku dan tangan satunya memegang tanganku, kamu mulai menunjukan
mata indah mu. Lagi lagi hanya senyuman yang ku dapat.
"Udah
ya Sa entar aku bakal ngabarin kamu selalu, pesawat aku mau berangkat
nih,"tanganmu memegang lembut pipiku.
"Tapi,
Mey... aku bakal sendirian, udah ya gak usah pergi ya ya ya....,"Aku yang
masih menahanmu setengah mati.
"ehhh...,
kan ada Nami jaga dia ya sa, awas lo kalok sempat aku pulang Nami sakit atau
nami mati entar kamu yang aku matiin yaa janji sama aku, jangan lupa kasih
makan dia, mandiin dia sama jangan kasih dia jagung lagi entar kesedak lagi kek
waktu itu,"kamu memulai menunjukan sikap cerewetmu yang manis itu.
"tapi
mey...........,"masih berusaha tak melepasmu.
"udah
ya sayang aku pergi dulu kiss byeeee 'muach',"kamu mulai pergi
meninggalkan ku dengan kecupan manis tak langsung dari bibirmu.
Hanya
punggung mu dan koper kecil yang kulihat terakhir saat itu. Dan aku bahkan tak
tahu itu adalah kecupan tak langsung terakhir dari mu.
Sudah
beberapa bulan kamu pergi tapi aku masih bertanya tanya. Kenapa kamu bisa
hilang?. Aku bertanya tanya kepada Nami sambil memandang kandang kecil nya.
ooo
iya Nami adalah hamster kecil yang kita beli saat jalan jalan di pasar
pariwisata kecil. Katamu dia lucu, Katamu dia mirip kamu. Aku bingung melihat
hamster kecil yang sangat berisik yang katamu mirip kamu. suara decitannya
membuat kepalaku pusing, tapi kamu bilang hal itu mirip dengan kamu yang suka
beranyanyi.
"Mungkin
dia lagi nyanyi buat kamu,"sambil menunjukku dan jarimu menyentuh pipiku.
"ahhh
masak? mana ada hamster yang bisa nyanyi. yang ada tuh hamster cantik nan imut
yang jago nyanyi yang di sebelah aku,"sambil mencubit balik pipimu.
"ihhh
beda tau, ya udah kita beli ini, uang nya bagi dua tapi kamu yang
rawat,"sambil mengambil uang di tas mu.
"kok
aku sih???,"aku mulai bertanya tanya.
"ya
biar kalok aku entar sibuk kamu bisa dinyanyiin sama ini, biar gak minta aku
terus gituuu,"sambil tersenyum lagi dan lagi.
Saat
itu kita juga mencari nama buat hamster kecil berwarna putih ini. kita mencari
nama yang spesial di banyak buku buku dan istilah istilah keren. Tapi akhir nya
kita beri dia nama NAMI, ya singkatan nama aku NASA dan kamu MEY. Walau aku
rasa sedikit aneh dan alay ya, tapi karena kita udah lama bareng , ya boleh
juga.
Aku
menyayangi Nami sama seperti menyayangimu. Sekarang kamu hilang ntah kemana.
Seperti kelinci di topi pesulap hilang ntah kemana, tidak tahu masih kah
kembali atau tetap hilang. Aku masih ingat saat Ayah mu mulai menelepon tim SAR
sambil membanting hp karena tidak ada jawaban atas kepergianmu.
"Anak
saya sekarang dimana!?"Ayah mu mulai membentak petugas SAR itu.
Petugas
SAR itu hanya diam saja tak bergeming. Aku juga terdiam dan bertanya tanya,
sekarang aku bagaimana Mey.
Aku
masih sering mengunjungi komplek rumahmu hanya sekedar melihat gerbang hitam
rumahmu tempat kita sering mengucapkan perpisahan yang isinya sampai juma lagi.
"babay...,"aku
yang saat itu melambai kepadamu.
"babay
doang?"kamu yang bertanya dengan wajah jutek khasmu.
"babay
sayang"aku menjawab.
"ya
udah hati hati ya,"balasmu lagi.
"hati
hati doang?"aku kembali bertanya.
"hati
hati sayang".kembali kamu menjawab.
Betapa
hal hal manja seperti ini membuatku sangat merindukanmu. Aku tidak tau kapan
kita bisa kembali merajut kembali kenangan agar bisa kita kenang sama seperti
yang aku lakukan sekarang.
Aku
jadi ingat, katamu kamu suka sekali laut, tapi apakah perlu kamu pergi kelaut
dengan pesawat itu dan tak kembali. Apakah kamu sangat mencintainya?, aku rasa
kamu tak mencintai laut, tapi laut, aku, kedua orangtua mu dan Tuhan lah yang
sangat mencintaimu.
Tenang
aku dan Nami masih menunggu mu, jadi cepat lah pulang. Nami sangat merindukan
mu dia sering berdecit mungkin dia bernyanyi lagu kangen dari band dewa 19.
Dulu kamu sering nyanyiin itu pas aku di luar kota. Kamu nyanyi saat video call
dan hampir setiap malam. Ternyata saat jauh emang se kangen itu ya. Sekarang
Nami kangen kamu dia selalu nyanyiin itu buat kamu. Jadi cepat pulang.
Kantor
seperti biasa dan malahan bertambah bosan karena tidak ada lagi chat wa dari
kamu yang sering kamu tulis tiap pagi
"bangun
jelekkkk, kamu miskin... cepat kerja,"dan di belakang kata kata terselit
emot senyum dan kadanga di selingi fotomu sesaat bangun tidur dan lagi lagi aku
masih terpikat senyum manis mu.
Atau
saat kita makan bareng kamu selalu memarahi ku karena makan tidak dengan
sendok.
"ihhhh
kok makan nya gitu sih sa..,"kamu memerahi ku.
"hehe
biar kamu perhatikan...,"aku mulai melakukan serangan gombal.
kamu
mulai tertawa dan sedikit geli melihat ku.
"emang
kurang ya sa?"kamu bertanya.
"selalu
kurang,"kataku sambil tersenyum.
Berat
badan ku turun sejak kamu pergi berlayar itu ntah kemana. Betul kata orang
orang 'patah hati adalah diet termanjur'. Beberapa teman juga mulai
menghiburkan dan mencari penggantimu dan semua sama aja, tetapi di hati ku cuma
kamu yang berbeda.
Suatau
malam kala itu aku mulai membuka kembali chat kita di wa ditemani oleh Nami
juga, aku melihat banyak sekali vn dan rekaman kamu bernyanyi buat aku, memang
kamu adalah penyanyi terbaik suara merdu mengalahkan suara marion jola menurut
aku. Aku juga melihat beberapa history telpon kita yang berjam jam karena kamu
tak mau di tinggal. Betapa hal hal remeh ini membuatku susah tidur. Aku
sesekali memerhatikan Nami, tapi aku rasa Nami saat itu tidak seperti biasa.
Dia mulai tak mau makan dan tidak pernah berdecit lagi malam itu. Aku sangat
khawatir, Apakah dia akan mati?. Aku tidak bisa tidur memikirkan nya malam itu
aku putuskan untuk menjaga Nami.
Aku
tertidur di ruang tamu sambil memerhatikan Nami. Ibu datang dan membisikkan
sesuatu.
"Sa
tidur di dalam ya di sini dingin,"ucap Ibu.
"nggak
bu aku mau jaga Nami, nanti dia pergi atau nanti dia kenapa kenapa aku gak mau.
Aku tetap di sini sama Nami,"Aku bersikeras.
Ibu
kembali membisikkan sesuatu dengan pelan sekali.
"Sa...,
itu bukan mey,"Ibu mulai menyelimuti ku dan pergi dengan hening.
aku
hanya diam saja.
Keesokan
hari aku bawa Nami ke dokter hewan terdekat. Dokter mulai memeriksa seluruh
tubuh nya. kata dokter dia tidak terkena masalah serius dia hanya stress.
Aku
mulai bertanya kepada dokter,"dok... apa yang harus saya lakukan?"
"mungkin
hamster kamu sagitarius jadi mager gitu bawaan nya"dokter mulai
bercanda.
"serius
dok?"aku bertanya serius.
"ya
nggak lah mas, mas nya capricorn ya"dokter mengejekku.
"sebenarnya
dia stress ,tak ada cara lain, kita tahu hamster kecil mudah stress dan cara
agar dia tak stress melepaskan nya dan membiarkannya bebas,"dokter
menghela nafas
Aku
mulai terdiam, cemas dan takut. Apa aku akan kehilangan dia juga?.
Tapi
jika aku sayang dia aku bakal lakuin apa aja biar dia senang. Sambil membawa
Nami pulang aku singgah dulu kerumah mu. Aku mulai menyapa ibumu yang senang
hati mengajakku masuk kerumahmu. Aku meilhat sekeliling tampak foto mu dengan
senyuman yang sama berkali kali, sungguh membuat hati ku tak tahan. Ibu mu
memulai pembicaraan dan mengehempaskan keheningan.
"kamu
baik baik saja kan sa?"Ibu mu bertanya.
"semua
ba..ik tante, ya baiik.."aku terpatah patah.
"Itu
Nami kan?"Ibu mu menujuk kandang Nami.
"iya
tante, ini Nami,"ku menjawab.
"ooo
dulu Mey sering cerita tentang Nami, katanya mirip sekali ama dia. Suka nyanyi,
riang dan suka senyum, betul ya?"Ibumu terlihat sangat tertarik.
"ya
tante dia mirip banget sifat nya. Tapi tante kata dokter dia stress dia bisa
mati jika tidak dilepas, aku sedih tante"aku mulai tak sanggup
menahan air mata.
"sa...
iya tante tau kamu berat, dia sudah hampir sama dengan mey kan, kamu sayang dia
karena mey suruh kan. Sa... ini waktunya, tante gak tau Mey ada di mana mungkin
dia udah liat kita dari atas. Tante sama Om juga gak tahan, tapi biar lah dia
bebas Sa Tuhan sayang dia, biar dia bebas. Kamu sayang dia kan?"Ibumu
mulai memegang pundak ku.
"sangat
tante, sangat...."aku menangis.
"ya
sudah tante sama om juga sayang dia kita ikhalskan dan tunggu kabar nya ya,
mungkin pertemuan dengan Nami itu di atur. Sekarang kamu harus melepas Nami
sama seperti kamu melepas Mey,"Ibu mu mulai memelukku.
Tak
berselang lama aku mulai pamit dengan Ibumu, dan mungkin tidak akan bertemu
lagi.
Aku
pergi ke suatu hutan lindung kecil yang ada di kota kita, aku mulai meletakkan
kandang Nami dan berbicara kepadanya.
"Nami
jangan nakal ya di hutan, sering sering bernyanyi dan makan yang banyak jangan
stress lagi ya,"aku kembali meneteskan air mata.
Nami
tak menjawab karena dia tidak bisa bahasa Indonesia, tapi kala itu aku melihat
Nami berbalik ke arah ku dan berdecit sekali lagi seperti sedang berterima
kasih dan mengucapkan selamat tinggal.
Aku
melambaikkan tangan ku, Nami mulai pergi. Begitu juga dengan kenangan kita.
Mey
terima kasih sudah menemani ku selama ini tetap lah bernanyi disana tetap lah
riang dan aku yakin kamu sudah bahagia. aku gak bakal kangen kangen amat.
"BABAY KISS BYE 'muach' " aku kembali mengatakan ucapan terakhir mu
di bandara seperti waktu itu.
Aku
ingat pesan mu terakhir saat kita nonton film dilan kala itu.
"sa..
kalok aku dan kamu ada di penjara dan salah satu dari kita bisa bebas kamu
bakal pilih siapa?"kamu bertanya dengan serius.
"ya
kamulah pastinya kan aku sayang kamu"aku menjawab dengan gagah perkasa.
"tepat
sekali, begitu juga sebaliknya aku tak akan membiarkan diriku yang bebas tapi
aku akan membiarkanmu bebas, KENAPA? KARENA AKU JUGA SAYANG KAMU".
Komentar
Posting Komentar