Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2024

Hamster Kecilku

Sudah beberapa bulan kamu pergi, aku masih ingat jelas pembicaraan kita untuk terakhir kali. Saat itu kita sama sama sedih kan, kamu yang ingin pergi ke Berlin untuk mengikuti lomba paduan suaramu yang kamu bangga banggakan itu. Aku yang mencoba menahanmu untuk tidak pergi, tapi kamu bersikeras sambil tersenyum lucu. "Jangan gitu dong Sa, aku gak bakal lama kok jangan kangen kangen amat ya,"kamu tersenyum lebar. "Mana bisa aku gak kangen, kita beda benua tau,"sambil memegang tanganmu erat di bandara. Sambil mencubit pipi ku dan tangan satunya memegang tanganku, kamu mulai menunjukan mata indah mu. Lagi lagi hanya senyuman yang ku dapat.  "Udah ya Sa entar aku bakal ngabarin kamu selalu, pesawat aku mau berangkat nih,"tanganmu memegang lembut pipiku. "Tapi, Mey... aku bakal sendirian, udah ya gak usah pergi ya ya ya....,"Aku yang masih menahanmu setengah mati. "ehhh..., kan ada Nami jaga dia ya sa, awas lo kalok sempat aku pulang ...

Dokterku yang Tinggal di Bulan

Mungkin Kejadian ini, unik dan tidak semua orang mampu menjalaninya, tetapi aku yakin kamu bisa karena kamu bukan sekedar wanita biasa. Wonder women memang memilki  lasso of truth,  diamana semua kebenaran bisa terpaparkan, tetapi sekali lagi kamu membuka mataku tentang kebenaran yang lebih dalam maknanya.   Nama ku Hans, aku berumur 24 tahun bekerja menjadi Masinis kereta api di suatu lembaga kereta api milik negara. Aku sangat senang dengan pekerjaan ku karena itu lah cita cita ku sejak masih SD.   "Hans kalok udah gede mau jadi apa?", ujar Ibu ku sambil menyuapi ku saat bermain. "Jadi pilot kereta api Bu!", teriakku sambil melahap makanan yang Ibu suapkan. "heh..., Masinis bukan Pilot", ujar Ibu membalik perkataanku. "iyaaaa Bu, Masinis, aku mau bawa ibu sama pacar aku nanti di dalam", ujar bocah umur 8 tahun yang masih belepotan hanya untuk makan. Ibu hanya tertawa dan aku yakin Ibu meng-amin kan seluruh mimpi ku itu. Ingat do...