Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2024

Attack Office (Eps 2: Kehancuran)

Mimpi buruk yang menjadi kenyataan... Apa arti dari semua ini... Apa mungkin hanya imajinasi atau... kesengsaraan dan pengenapan dari berakhirnya salah satu umat yang disebut manusia! Kembali denganku Proton, Aku seorang pegawai kantor biasa yang tidak tahu mengapa hal ini bisa terjadi. Pada saat menjaga Pak Wawan dan melihat Ibu Perawat masuk ke ruangan Pak Wawan membuat diriku terdiam, terpaku dan terpaksa menyaksikan kengerian yang lebih mengerikan dari dipukuli dan ditendang oleh Ayahku sendiri. "Tolong..., tolong saya pak prot, sakit..., saya belum mau ma.. ma..."Suara Bu Perawat yang terlihat kesakitan dibarengi suara cabikan dan gigitan yang brutal. Ku hanya bisa terpaku melihat dari kaca pintu, Pak Wawan seorang pegawai yang biasanya terlihat ramah dan baik berubah menjadi monster zombie dengan badan mutan, mencabik Bu Suster dan mengigitnya hingga tidak lagi menyerupai manusia. Pak Wawan juga sepertinya melihatku yang terdiam dan terpaku dan mencoba mendobrak pintu y...

Attack Office (Eps 1: Prolog)

Mimpi buruk yang menjadi kenyataan... Apa arti dari semua ini... Apa mungkin hanya imajinasi atau... kesengsaraan dan pengenapan dari berakhirnya salah satu umat yang disebut manusia! Perkenalankan, namaku Proton, nama yang cukup aneh karena diambil dari pengetahuan dangkal orangtuaku tentang atom. "mungkin Proton cocok untuk lelaki yang akan memberi dampak positif", Ujar Ayahku saat melihatku untuk pertama kalinya. Kini "Proton" menjadi kata yang cukup membebani pikiran ku, di tengah keluarga yang kurang harmonis. Ayahku adalah seorang enginer di salah satu stasiun kereta Api jakarta dan ibu ku adalah seorang ibu rumah tangga yang setiap harinya dijadikan pelampiasan oleh Ayahku yang senang berjudi dan mabuk. Tidak seperti yang kalian bayangkan, memberi nama "kutub atom positif" tidak membuat Ayahku menjadi pria positif juga. Judi dan minuman keras menjadi anak dan istri kandung sesungguhnya. Hampir setiap hari Ibu dimarahi dan dipukuli didepan mataku, be...