Postingan

Hamster Kecilku

Sudah beberapa bulan kamu pergi, aku masih ingat jelas pembicaraan kita untuk terakhir kali. Saat itu kita sama sama sedih kan, kamu yang ingin pergi ke Berlin untuk mengikuti lomba paduan suaramu yang kamu bangga banggakan itu. Aku yang mencoba menahanmu untuk tidak pergi, tapi kamu bersikeras sambil tersenyum lucu. "Jangan gitu dong Sa, aku gak bakal lama kok jangan kangen kangen amat ya,"kamu tersenyum lebar. "Mana bisa aku gak kangen, kita beda benua tau,"sambil memegang tanganmu erat di bandara. Sambil mencubit pipi ku dan tangan satunya memegang tanganku, kamu mulai menunjukan mata indah mu. Lagi lagi hanya senyuman yang ku dapat.  "Udah ya Sa entar aku bakal ngabarin kamu selalu, pesawat aku mau berangkat nih,"tanganmu memegang lembut pipiku. "Tapi, Mey... aku bakal sendirian, udah ya gak usah pergi ya ya ya....,"Aku yang masih menahanmu setengah mati. "ehhh..., kan ada Nami jaga dia ya sa, awas lo kalok sempat aku pulang ...

Dokterku yang Tinggal di Bulan

Mungkin Kejadian ini, unik dan tidak semua orang mampu menjalaninya, tetapi aku yakin kamu bisa karena kamu bukan sekedar wanita biasa. Wonder women memang memilki  lasso of truth,  diamana semua kebenaran bisa terpaparkan, tetapi sekali lagi kamu membuka mataku tentang kebenaran yang lebih dalam maknanya.   Nama ku Hans, aku berumur 24 tahun bekerja menjadi Masinis kereta api di suatu lembaga kereta api milik negara. Aku sangat senang dengan pekerjaan ku karena itu lah cita cita ku sejak masih SD.   "Hans kalok udah gede mau jadi apa?", ujar Ibu ku sambil menyuapi ku saat bermain. "Jadi pilot kereta api Bu!", teriakku sambil melahap makanan yang Ibu suapkan. "heh..., Masinis bukan Pilot", ujar Ibu membalik perkataanku. "iyaaaa Bu, Masinis, aku mau bawa ibu sama pacar aku nanti di dalam", ujar bocah umur 8 tahun yang masih belepotan hanya untuk makan. Ibu hanya tertawa dan aku yakin Ibu meng-amin kan seluruh mimpi ku itu. Ingat do...

Attack Office (Eps 2: Kehancuran)

Mimpi buruk yang menjadi kenyataan... Apa arti dari semua ini... Apa mungkin hanya imajinasi atau... kesengsaraan dan pengenapan dari berakhirnya salah satu umat yang disebut manusia! Kembali denganku Proton, Aku seorang pegawai kantor biasa yang tidak tahu mengapa hal ini bisa terjadi. Pada saat menjaga Pak Wawan dan melihat Ibu Perawat masuk ke ruangan Pak Wawan membuat diriku terdiam, terpaku dan terpaksa menyaksikan kengerian yang lebih mengerikan dari dipukuli dan ditendang oleh Ayahku sendiri. "Tolong..., tolong saya pak prot, sakit..., saya belum mau ma.. ma..."Suara Bu Perawat yang terlihat kesakitan dibarengi suara cabikan dan gigitan yang brutal. Ku hanya bisa terpaku melihat dari kaca pintu, Pak Wawan seorang pegawai yang biasanya terlihat ramah dan baik berubah menjadi monster zombie dengan badan mutan, mencabik Bu Suster dan mengigitnya hingga tidak lagi menyerupai manusia. Pak Wawan juga sepertinya melihatku yang terdiam dan terpaku dan mencoba mendobrak pintu y...

Attack Office (Eps 1: Prolog)

Mimpi buruk yang menjadi kenyataan... Apa arti dari semua ini... Apa mungkin hanya imajinasi atau... kesengsaraan dan pengenapan dari berakhirnya salah satu umat yang disebut manusia! Perkenalankan, namaku Proton, nama yang cukup aneh karena diambil dari pengetahuan dangkal orangtuaku tentang atom. "mungkin Proton cocok untuk lelaki yang akan memberi dampak positif", Ujar Ayahku saat melihatku untuk pertama kalinya. Kini "Proton" menjadi kata yang cukup membebani pikiran ku, di tengah keluarga yang kurang harmonis. Ayahku adalah seorang enginer di salah satu stasiun kereta Api jakarta dan ibu ku adalah seorang ibu rumah tangga yang setiap harinya dijadikan pelampiasan oleh Ayahku yang senang berjudi dan mabuk. Tidak seperti yang kalian bayangkan, memberi nama "kutub atom positif" tidak membuat Ayahku menjadi pria positif juga. Judi dan minuman keras menjadi anak dan istri kandung sesungguhnya. Hampir setiap hari Ibu dimarahi dan dipukuli didepan mataku, be...